Senin, 19 Desember 2011

Puncak Suralaya


Jogjakarta merupakan Daerah Istimewa setingkat propinsi. Biasa disebut Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) yang membawahi Kabupaten Sleman, Bantul, Kulonprogo serta Kabupaten Gunung Kidul.
Keistimewaan budaya Jogjakarta sebanding dengan keistimewaan alamnya. Sangat harmonis. Perpaduan inilah yang menjadikan tempat-tempat wisatanya mampu bercerita, seolah selalu hidup dari masa-kemasa.
















Adalah  “SURALAYA”. Sebuah nama purba yang sudah dikenal sejak zaman pewayangan. Nama yang menunjuk salah satu wilayah Keraton paradewa, sebuah keraton Kahyangan yang diketuai oleh Bethara Narada. Dewa yang menjadi tangan kanan dari Raja para-dewa di Kahyangan, Bethara Guru (orang Jawa biasa menggunakan vocal ‘o’, menjadi Bethoro). Mitos inilah yang masih hidup turun temurun, menjadi saksi sebuah tempat yang menjulang tinggi di sebelah selatan Kabupaten Kulonprogo.

Suasana mistis memang sulit dilepaskan dari tempat-tempat wisata Jogja. Begitu juga di Puncak Suralaya yang tinggi ini. Tapi jika kita jujur pada indera penglihatan kita, memang tempat ini sangatlah indah. Tanjakan tajam yang mengantarkan kita ke puncak seolah lunas terbayar.

Di Suralaya pengunjung dimanjakan dengan pemandangan Kulon Progo, Sleman serta sebagian Magelang yang begitu kecil terhampar di bawah. Merapi nampak begitu kokoh menancap di utara didampingi Merbabu yang setia disisinya. Fasilitas Gardu Pandang Suralaya didukung oleh pembangunan anak tangga yang mengantarkan pengunjung ke atas. Tidak salah jika sesekali istirahat menghirup udara sejuk pegunungan disela-sela langkah menanjak menuju puncak. Udara dingin dan rasa lelah mencapai Gardu Pandang atas, menjadi pelengkap kepuasan pengunjung untuk menaiki puncak purba ini. Seolah mata kita ditawari pemandangan ribuan tahun lalu yang menjadi saksi keabadian Merapi, deretan perbukitan di bawah serta kedekatan abadi kita dengan langit yang di atas. Suralaya yang purba.
 

Puncak Suralaya bisa dicapai dengan perjalanan kurang lebih 1,5 jam dari Kota Jogja. Jalannya menanjak, sesekali berliku khas pegunungan. Suralaya termasuk berada di bagian utara Kabupaten Kulonprogo, bisa juga jika pengunjung berangkat dari Magelang lewat jalur alternative. Jika dari Jogjakarta, pengunjung bisa memilih jalur arah Kulonprogo, kemudian mengambil arah ke kanan menuju Tempel di sebelah barat Gamping. Lalu mencari petunjuk arah Suralaya di perempatan atau pertigaan jalan menuju kesana. Atau jika kurang yakin, anda bisa bertanya pada penduduk desa sepanjang jalan yang selalu ramah pada siapapun. Selamat berkunjung.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar